Aku tumpahkan dengan sengaja
Kalimat cinta kasih dan kerinduan
Aku kira aku akan segera berakhir di tepian
Tak bernyawa
Tak berjiwa
Tak punya apa-apa
Aku kira aku akan jatuh
Dimana tak seorangpun melihat dan
mendengar
Hingga kutemukan bintik kecil di kejauhan
Tak terang namun terasa hangat
Kucoba menggapainya
Kesederhanaan rupanya
Kalimat cinta kasih dan kerinduan
Aku kira aku akan segera berakhir di tepian
Tak bernyawa
Tak berjiwa
Tak punya apa-apa
Aku kira aku akan jatuh
Dimana tak seorangpun melihat dan
mendengar
Hingga kutemukan bintik kecil di kejauhan
Tak terang namun terasa hangat
Kucoba menggapainya
Kesederhanaan rupanya
Dialah cintaku
Yang setiap waktu tumbuh bersama
Entah bagaimana aku bisa menggambarkan
Terlalu sulit untuk menjadi jelas
Aku kira aku akan berakhir menjadi
Umpan kehidupan
Yang ditelan mentah-mentah oleh cerdiknya
dunia
Aku kira aku akan mati
Segera berakhir tak kenali apapun
Hingga kutemukan dirinya yang perlahan berwujud
Yang setiap waktu tumbuh bersama
Entah bagaimana aku bisa menggambarkan
Terlalu sulit untuk menjadi jelas
Aku kira aku akan berakhir menjadi
Umpan kehidupan
Yang ditelan mentah-mentah oleh cerdiknya
dunia
Aku kira aku akan mati
Segera berakhir tak kenali apapun
Hingga kutemukan dirinya yang perlahan berwujud
Dialah kasihku
Yang setiap pagi kunantikan tawanya
Menunggu kabarnya dari seberang
Sentuhan kulit yang tak terlalu halus
Tapi sangat kuat
Kini aku bisa merasakannya
Tak banyak harapan yang aku sebutkan
Biarlah kita berjalan beriringan
Untuk beberapa ribu tahun kemudian
Yang setiap pagi kunantikan tawanya
Menunggu kabarnya dari seberang
Sentuhan kulit yang tak terlalu halus
Tapi sangat kuat
Kini aku bisa merasakannya
Tak banyak harapan yang aku sebutkan
Biarlah kita berjalan beriringan
Untuk beberapa ribu tahun kemudian
Perihal mengingatmu
Aku tak pandai
Karna kita satu
Jadi tak perlu diingat
Aku tak pandai
Karna kita satu
Jadi tak perlu diingat
D.

Comments
Post a Comment