Skip to main content

Lebam

Beberapa tahun silam
Saat dingin mulai mencekam
Kulihat bayangan wajah mungil di genangan,
bekas hujan semalaman
Langkahku terhenti karenanya

Pandangannya kabur
Samar-samar namun jelas mengenalinya
Wajahnya tak hanya mungil,
namun pupil dari bulatnya mata juga tampak mengecil saat saling bertatapan
Oh ternyata pandangannya kosong

Bayangan itu memandangku penuh keheranan
Ada kekesalan yang aku tahan
Kuinjakkan kakiku di genangan
Wajah itu kabur lalu jelas kembali secara perlahan

Kali ini wajah bodoh yang kulihat
Wajah ini memang bangsat
Mungkin otaknya sudah berkarat
Bayangan itu sudah kotor bercampur tanah liat

Bodohnya aku
Melihat bayangan wajah beberapa tahun silam
Ternyata itu diriku yang dibutakan dendam
Diriku yang masih mendambakan lebam

Comments

Popular posts from this blog

Menemukanmu, Stixy -2016-

9 ilustrasi saya berikut ini merupakan karya saya tahun 2016 Setiap ilustrasi yang aku buat selalu dengan usaha untuk memperbaiki dan terus bereksperimen. Tahun 2016, dimana saya menemukan karakter 'Stixy' sebagai seorang gadis berambut pendek yang selalu penasaran akan banyak hal. Dan ditahun inilah aku menemukan konsep kehidupan sehari-hari yang di- mix dengan pengembangan imajinasi.

Perempuan

Memaknai perempuan dalam kehidupan ini tidaklah sulit. Sederhana saja, ketika mengingat sosok yang mengandung dan melahirkan kita, itulah perempuan. Dan hal itu hanya segelintir kemampuan hebat yang hanya dimiliki oleh perempuan. Menurut pandangan saya, selain ibu, perempuan adalah saya . Dalam hal ini, saya mewakili "segelintir" populasi perempuan yang sedikit banyak memiliki perjalanan hidup selama 20-an tahun -belum lama, pastinya. Pertengahan tahun 2018, saat ini, saya sedang menempuh tugas akhir di "salah tempat". Mengapa disebut "salah tempat"? Ya, karena saya memang menjadi satu dari sekian ribu mahasiswa yang salah mengambil jurusan. Garis kehidupan yang menuntut sosok perempuan seperti saya dengan penerimaan keputusan orang tua, hati nurani, dan keinginan cukup membingungkan. Mungkin pada fase ini perempuan yang lain juga turut merasakan. Sejak lahir selalu mencoba menjadi seseorang yang peduli, aktif, dan menyenangkan membuat saya tumbuh me...

Sesat Sesaat

Hai Sepertinya aku melihat samar-samar tangan yang melambai Sesaat kurasakan ada rindu yang menyeringai Walau hanya sesaat Deburan itu sangat hebat Hingga kusadari kutersesat Iya, ternyata aku benar-benar tersesat Lorong ini seperti tak berujung Aku rindu, sangat rindu Aku rindu memetakan tubuhmu Aku rindu menyematkan hatiku padamu Meniti setiap ceritamu Yang selalu kau simpan hanya untukku Aku rindu Aku selalu rindu Padamu yang merapikan rambutmu Mengusap pipiku Dan menahan rasa kantukmu demi menemaniku Andai kita selalu bersama Andai tak ada rasa lelah Pun tak ada duri-duri penghambat Rindu ini tak akan menggugat Ah sudahlah Ini hanya sesaat Setidaknya aku selalu suka mengenai perandaian tentang kita