Beberapa tahun silam
Saat dingin mulai mencekam
Kulihat bayangan wajah mungil di genangan,
bekas hujan semalaman
Langkahku terhenti karenanya
Pandangannya kabur
Samar-samar namun jelas mengenalinya
Wajahnya tak hanya mungil,
namun pupil dari bulatnya mata juga tampak mengecil saat saling bertatapan
Oh ternyata pandangannya kosong
Bayangan itu memandangku penuh keheranan
Ada kekesalan yang aku tahan
Kuinjakkan kakiku di genangan
Wajah itu kabur lalu jelas kembali secara perlahan
Kali ini wajah bodoh yang kulihat
Wajah ini memang bangsat
Mungkin otaknya sudah berkarat
Bayangan itu sudah kotor bercampur tanah liat
Bodohnya aku
Melihat bayangan wajah beberapa tahun silam
Ternyata itu diriku yang dibutakan dendam
Diriku yang masih mendambakan lebam
Comments
Post a Comment