Skip to main content

Bangunan dan Tiang Listrik

Sudah hancur saja bangunan ini
Padahal hari masih sore dan malam masih panjang
Hancur hanya karena setetes rintik hujan
Yang jatuh keraspun tak mampu mengikis bangunan ini
Jelas seperti yang kuingat
Bangunan ini masih baru, masih dapat kurasakan aromanya
Bahkan semakin hari semakin lengkap akan fasilitas
Padahal bangunan ini sangat ramah lingkungan
Sang pemilik, salah satunya adalah pecinta lingkungan
Gemar menanam pohon dan bunga
Tak hanya lingkungan, masyarakat disekitar juga sangat diperhatikan

Baru kemarin aku memasangkan tiang listrik didepan bangunanku
Tiang listrik dengan segala kerumitan kabelnya
Kabel rumit dengan tegangan listrik yang tinggi
Yang mungkin membahayakan, bila orang tak lihai listrik didekatnya

Aku
Sebagai salah satu pemilik bangunan ini
Menyukai kerumitan kabel listrik di sekitar
Apalagi dengan latar senja, awan subuh, terik matahari, dan bahkan gemerlap lampu malam
Entah aku ini gila atau terlalu sederhana sekali menemukan bahagia
Yang jelas aku selalu suka kerumitan kabel di tiang listrik

Kau
Sebagai salah satu pemilik bangunan ini
Dirasa aku dan kau sudah sangat baik merawat bangunan ini
Dekorasi sederhana yang selalu didiskusikan
Mural di dinding yang aku dan kau buat
Perabotan yang dirancang dengan kebersamaan serta kuatnya komunikasi

Bangunan ini terasa menyenangkan
Tiang listrik dengan segala kerumitan kabelnya pun sangat cantik hari itu
Aku selalu menunjukkannya pada kau
Entah kau mengerti atau tidak
Aku selalu percaya bangunan ini akan semakin kokoh
Karena berhiaskan harapan dan perjuangan

Entah kau mengerti atau tidak
Atau justru aku yang tak mengerti
Mengapa bangunan ini tak sekuat aku buat imaji
Apa badai yang tak kuketahui pasti telah menerpa bangunan ini

Dan sayangku
Bagaimana kalau aku dan kau merenovasi saja?
Karena aku masih sangat suka bangunan baru ini dengan segala ornamennya
Tak hanya sebagai tempat berlindung dan saksi perjuangan aku dan kau

Lihatlah tiang listrik dan rumitnya kabel itu
Masih berdiri kokoh dan cantik dengan apapun latar belakangnya
Aku masih sangat suka membicarakannya dengan dagu dipundakmu
Tanpa terfikirkan kau akan bosan dengan ucapanku
Dan sayangku
Apa kau tega membiarkannya hancur begitu saja?

Comments

Popular posts from this blog

Menemukanmu, Stixy -2016-

9 ilustrasi saya berikut ini merupakan karya saya tahun 2016 Setiap ilustrasi yang aku buat selalu dengan usaha untuk memperbaiki dan terus bereksperimen. Tahun 2016, dimana saya menemukan karakter 'Stixy' sebagai seorang gadis berambut pendek yang selalu penasaran akan banyak hal. Dan ditahun inilah aku menemukan konsep kehidupan sehari-hari yang di- mix dengan pengembangan imajinasi.

Perempuan

Memaknai perempuan dalam kehidupan ini tidaklah sulit. Sederhana saja, ketika mengingat sosok yang mengandung dan melahirkan kita, itulah perempuan. Dan hal itu hanya segelintir kemampuan hebat yang hanya dimiliki oleh perempuan. Menurut pandangan saya, selain ibu, perempuan adalah saya . Dalam hal ini, saya mewakili "segelintir" populasi perempuan yang sedikit banyak memiliki perjalanan hidup selama 20-an tahun -belum lama, pastinya. Pertengahan tahun 2018, saat ini, saya sedang menempuh tugas akhir di "salah tempat". Mengapa disebut "salah tempat"? Ya, karena saya memang menjadi satu dari sekian ribu mahasiswa yang salah mengambil jurusan. Garis kehidupan yang menuntut sosok perempuan seperti saya dengan penerimaan keputusan orang tua, hati nurani, dan keinginan cukup membingungkan. Mungkin pada fase ini perempuan yang lain juga turut merasakan. Sejak lahir selalu mencoba menjadi seseorang yang peduli, aktif, dan menyenangkan membuat saya tumbuh me...

Sesat Sesaat

Hai Sepertinya aku melihat samar-samar tangan yang melambai Sesaat kurasakan ada rindu yang menyeringai Walau hanya sesaat Deburan itu sangat hebat Hingga kusadari kutersesat Iya, ternyata aku benar-benar tersesat Lorong ini seperti tak berujung Aku rindu, sangat rindu Aku rindu memetakan tubuhmu Aku rindu menyematkan hatiku padamu Meniti setiap ceritamu Yang selalu kau simpan hanya untukku Aku rindu Aku selalu rindu Padamu yang merapikan rambutmu Mengusap pipiku Dan menahan rasa kantukmu demi menemaniku Andai kita selalu bersama Andai tak ada rasa lelah Pun tak ada duri-duri penghambat Rindu ini tak akan menggugat Ah sudahlah Ini hanya sesaat Setidaknya aku selalu suka mengenai perandaian tentang kita